Halaman

    Social Items

Visit Namina Blog
Manfaat Buah Pare - Pare dengan ciri khas memiliki rasa yang pahit dan bentuk buah memanjang dan tidak rata  merupakan tanaman sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani Indonesia. Sehingga tidak sulit untuk mencari buah yang satu ini karena banyak tersedia di pasar dan supermarket di sekitar anda.

Tahukah anda? Dibalik pahitnya buah pare, ternyata banyak tersimpan manfaat yang sangat luar biasa bagi kesehatan tubuh. Diantaranya adalah Manfaat Pare Untuk Mencegah Kanker, Menghambat Serangan Jantung, Dan mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus.

Adapun kandungan yang terdapat pada Buah Pare adalah sebagai berikut :

1. Betakaroten
Manfaat Buah ParePare mengandung kadar betakaroten lebih tinggi dua kali lipat dari brokoli. Sehungga Pare sangat bagus untuk membasmi sel-sel penyebab kanker, menghambat serangan jantung dan mengatasi infeksi karena virus.

2. Kalsium
Pare Juga memiliki tingkat kalsium yang tinggi, sehingga mampu meningkatkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk memproduksi insulin. Apabila insulin di dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan besar kadar glukosa yang membanjir dapat dicegah, sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol.

3. Senyawa Fitokimia Lutein dan Likopen
Kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya berkhasiat sebagai antikanker, antibiotika, antivirus, perangsang produksi insulin, penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah, sebagai perangsang nafsu makan dan pembasmi cacing usus.

Disejumlah negara seperti Korea, Jepang dan Cina, Buah Pare dimanfaatkan untuk pengobatan herbal. Buah pare muda sering digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaan, Minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah bagi yang keracunan.

Perhatian : Sebaiknya Pare tidak dikonsumsi oleh wanita hamil, karena pare mengandung senyawa yang bisa menggugurkan kandungan.

Manfaat Dan Khasiat Buah Pare

Manfaat Buah Sirsak: Buah sirsak merupakan tanaman buah yang berasal dari Amerika yang memiliki iklim tropis, di Indonesia sendiri tanaman buah sirsak juga mampu tumbuh subur karena di negara kita memiliki iklim tropis dan subtropis. Buah sirsak sendiri oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu dipercaya mampu dijadikan sebagai obat berbagai macam penyakit kronis. Sedangkan dalam dunia medis akhir-akhir ini terbukti bahwa Buah sirsak mampu digunakan sebagai obat kanker yang mujarab.



Karbohidrat
Karbohidrat diperlukan untuk meningkatkan tenaga dan stamina. Kekurangan zat karbohidrat dapat menyebabkan seseorang merasa lemah dan tidak bersemangat.

Fruktosa
Fruktosa merupakan pemanis yang banyak manfaatnya, Fruktosa merupakan monosakarida dan disebut sebagai gula sederhana. Fruktosa sendiri banyak ditemukan di berbagai jenis makanan, seperti fruktosa yang terkandung dalam buah sirsak merupakan salah satu yang terpenting dari tiga gula darah  bersama dengan glukosa dan galaktosa.

Vitamin C
Vitamin C merupakan senyawa penting yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan sistem imun (kekebalan tubuh). Vitamin C sebagai antioksidan memperbaiki sel tubuh dan jaringan kulit rusak akibat radikal bebas. Vitamin C memiliki peran penting dalam melancarkan peredaran darah sehingga kulit terlihat lebih segar. Vitamin ini juga merangsang pembentukan kolagen kulit dan menjaganya dari kerusakan. Memiliki sifat sebagai water holder (menyimpan air) sehingga mampu menjaga kelembaban kulit dan mencegahnya dari kekeringan.

Vitamin B1
Vitamin B1 mempunyai manfaat yang banyak yaitu memperlancar metabolisme, memperlancar sirkulasi darah, mengoptimalkan aktivitas kognitif dan fungsi otak, mencegah terjadinya kerusakan syaraf, memulihkan gangguan syaraf pusat dan tepi.

Vitamin B2
Vitamin B2 bermanfaat untuk mencegah turunnya daya tahan tubuh, kulit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan.

Kaya Serat
Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan.

Asam askorbat
Asam askorbat meningkatkan jumlah antioksidan dalam tubuh. Ini berjuang membantu melawan radikal bebas dalam tubuh dan membantu menjaga sejumlah infeksi dan gangguan di teluk.


Kandungan Buah Sirsak dan Kasiatnya Bagi Kesehatan - Share dan Bagikan Jika Ini Bermanfaat!

Obat Sakit Gigi Tradisional Menggunakan Bahan Dasar Cengkeh: Cengkeh atau dalam bahasa latin sering disebut dengan Syzygium aromaticum merupakan tanaman endemik asli Indonesia. Selain cengkeh dijadikan sebagai rempah-rempah penyedap masakan dan bahan campuran rokok kretek khas Indonesia, ternyata cengkeh juga memiliki bermacam khasiat dan manfaat untuk mengobati bermacam penyakit, diantara yang paling populer adalah Cengkeh untuk mengobati sakit gigi.

Bagi anda yang memiliki permasalahan sakit gigi, berikut ini adalah resep untuk mengobati sakit gigi menggunakan bahan-bahan herbal alami.

Obat Alami Sakit Gigi
Bahan Dasar Herbal:
  • 10 butir bunga cengkeh
Cara Meramu Herbal Obat Sakit Gigi:
  1. 10 Butir bunga cengkeh di sangrai, kemudian ditumbuk hingga halus.
  2. Selanjutnya, taburkan bubuk cengkeh tadi ke bagian gigi yang sakit. 

Semoga Resep herbal alami untuk penderita sakit gigi diatas dapat membantu anda untuk mengatasi penyakit gigi yang sedang di derita. Keyakinan untuk sembuh adalah hal terpenting dan penunjang percepatan dalam penyembuhan.

Resep Obat Herbal Untuk Menyembuhkan Sakit Gigi Menggunakan Cengkeh

KARAMAH AL-HABIB ABDURRAHMAN BIN ABDULLAH AL-HABSYI (CIKINI)



Habib Abdurrahman bin Abdullah al-Habsyi terlahir di Semarang dan wafat di Cikini, Jakarta pada tahun 1296 H/1879 M. Beliau adalah ayah dari Habib Ali Kwitang. Makam beliau terbilang unik, karena masjid atau makamnya berada di tengah-tengah proyek pengembangan apartemen di daerah Cikini Jl. Raden Saleh Jakarta.

Berikut adalah hasil wawancara Muh Subki Balya dengan Bapak Ansori, orang yang diserahi ahli bait untuk merawat masjid, pada bulan Ramadhan tahun 1434 H:

“Bahwa berdirinya masjid ini panjang dan katanya perebutan lahan ini dulu sampai berdarah, tetapi tiada stasiun TV manapun yang meliputnya. Ada seorang kaya yang berniat menggusurnya.

Sengketa tidak boleh digusur dan mau menggusur berlanjut. Sampai akhirnya yang berkuasa duit berhasil mau memindahkan makam Habib Abdurahman. Alat berat bego (alat mobil berat) dikerahkan sungguh di luar rasio akal sehat. Mobil bego itu patah.

Kemudian diambilkan mobil bego yang lebih baru dan lebih sehat. Benar-benar karamah Habib Abdurahman bin Abdullah al-Habsyi telah nampak. Mobil bego yang lebih layak dan sehat itu patah juga, bahkan patahannya hampir menyambar operator alat bego itu.

Ketika peristiwa tersebut mereda, terjadi keributan yang keduakalinya. Orang berduit itu tetap hendak mengeruk lahan tanah yang di situ terdapat makam Habib Abdurrahman. Ternyata keluarlah sumber air dari kerukan tersebut. Dari peristiwa itu dibangunlah sebuah masjid oleh keluarga di samping makam Habib Abdurrahman al-Habsyi.

Kisah unik irasional terjadi kembali. Saat pembangunan batas antara masjid dengan proyek, tepatnya di tikungan jalan tidak kunjung mengering. Air terus menggenang sehingga tidak dapat melakukan pengecoran pondasi, kurang lebih hingga 3 bulan lamanya. Saat itulah dari pihak kontraktor baru mau meminta izin sekedar berdoa di makam. Setelah itu air pun surut dan pembangunan pagar bisa dilaksanakan.”

Kejadian unik lain diceritakan pula oleh Bapak Ansori sebagai berikut:

“Ada seorang petani dengan mengendarai sepeda motor hendak melihat tanaman cabainya yang dikira sudah cukup umurnya untuk dipanen. Namun setelah meninjau berulangkali tanaman cabainya itu tidak kunjung dapat dipanen.

Datanglah ia ziarah ke makam Habib Abdurahman bin Abdullah al-Habsyi. Kemudian ia meminta kaleng yang bisa digunakan untuk mengambil air di makam Habib Abdurrahman.

Sepulangnya di rumah, air seberat kaleng cat itu dioplos (dicampurkan) dengan air yang digunakan untuk menyirami tanaman cabai. Alhamdulillah setelah itu tanaman cabainya bisa panen. Dari kejadian itu lantas ia ziarah kembali ke makam Habib Abdurahman al-Habsyi dengan membawa tumpeng sekedar berbagi rizki untuk selamatan atau tasyakuran.”


SEKILAS MANAQIB AL-HABIB ABDURRAHMAN BIN ABDULLAH AL-HABSYI

Habib Cikini, begitulah sebutan yang biasa diucapkan banyak orang untuk sosok al-Habib Abdurrahman bin Abdullah al-Habsyi. Beliau terlahir dari keluarga al-Habsyi pada cabang keluarga al-Hadi bin Ahmad Shahib Syi’ib. Ia generasi pertama dari garis keturunan keluarga yang terlahir di Nusantara atau generasi kedua yang telah menetap di negeri ini.

Nasab lengkapnya adalah Habib Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad bin Husein bin Abdurrahman bin Husein bin Abdurrahman bin Hadi bin Ahmad Shahib Syi’ib bin Muhammad al-Ashghar bin Alwi bin Abubakar al-Habsyi.

Sebuah sumber tulisan menyebutkan bahwa kakeknya yang bernama Habib Muhammad bin Husein al-Habsyi adalah yang pertama kali datang dari Hadhramaut dan menetap di Pontianak dan kemudian menikah dengan seorang putri dari keluarga Kesultanan Pontianak. Itu artinya, Habib Cikini adalah generasi kedua yang terlahir di Nusantara atau generasi ketiga yang menetap di sini.

Tulisan lainnya menyebutkan bahwa Habib Muhammad, kakeknya, ikut mendirikan Kesultanan Hasyimiyah Pontianak bersama keluarga al-Qadri.

Dalam catatan pada kitab rujukan “Nasab Alawiyyin” susunan Habib Ali bin Ja’far Assegaf ditulsikan, berdasarkan keterangan Habib Ali Kwitang yang mendapat informasi dari Habib Alwi (tinggal di Surabaya, sepupu dua kali Habib Ali Kwitang) bin Abdul Qadir bin Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi, disebutkan, Habib Muhammad bin Husein wafat di Tarbeh, Hadhramaut. Kitab Habib Ali bin Ja'far juga menuliskan dengan jelas bahwa Habib Abdullah (Ayah Habib Cikini) adalah seorang kelahiran Hadhramut, tepatnya di Tarbeh. Berdasarkan berbagai keterangan di atas, jelaslah “Habib Cikini” adalah generasi pertama dari garis keturunan keluarganya yang dilahirkan di Nusantara.

Silsilah Habib Abdurrahman bin Abdullah al-Habsyi adalah: al-Habib Abdurrahman bin Abdullah bin Muhammad bin Husein bin Abdurrahman bin Husein bin Abdurrahman bin Hadi bin Ahmad al-Habsyi bin Ali bin Ahmad bin Muhammad Assadullah bin Hasan at-Turabi bin Ali bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khala’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad an-Naqib bin Ali al-‘Uraidhi bin Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah az-Zahra binti Rasulullah Saw.

Habib Cikini sering juga disebut sebagai “Putra Semarang”. Selain pernah menetap di Pontianak, Habib Abdullah bin Muhammad al-Habsyi (ayah Habib Cikini) yang semasa hidupnya memiliki aktivitas berdagang antar pulau, juga pernah menetap di Semarang. Namun dari sebuah tulisan menyatakan bahwa ia menikah pertamakali di Semarang.

Sebuah naskah juga menyebutkan, ibu Habib Cikini adalah seorang syarifah dari keluarga Assegaf di Semarang. Dan memang, Habib Cikini sendiri diketahui sebagai putra kelahiran Semarang. Ini berkaitan dengan catatan lainnya yang menyebutkan: “Ia wafat di Laut Kayong (daerah Sukadana, Kalimantan) pada 1249 H, atau bertepatan dengan tahun 1833 M.”

Keterangan yang disebutkan terakhir tampaknya lebih mendekati kebenaran, sebab wilayah Sukadana berseberangan langsung dengan kota Semarang di Pulau Jawa, dan Kota Semarang merupakan kota kelahiran Habib Cikini. Hal ini juga selaras dengan keterangan bahwa Habib Abdullah wafat saat berlayar dari Pontianak ke Semarang. Pada Catatan itu juga disebutkan, ia wafat saat berperang dengan “lanun”, sebutan orang Pontianak terhadap para perompak laut.

Habib Cikini juga memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Habib Syech dan Raden Saleh. Diantara sejarah kehidupan Habib Cikini yang didapat dari sejumlah sumber adalah bahwa ia sahabat karib Habib Syech bin Ahmad Bafaqih (Botoputih-Surabaya). Hal tersebut diantaranya dicatat dalam catatan kaki Ustadz Dhiya’ Shahab dalam bukunya  “Syams adz-Dzahirah”.

Begitupula menurut penulis Belanda bernama L.W.C Van Den Berg dalam buku “Le Hadhramout Et Les Colonies Arabes” yang menyebutkan bahwa Habib Syech pernah menetap di Batavia selama kurang lebih 10 tahun.

Sya’roni As-Samfuriy, Subang 13 Agustus 2013

Disadur dari:


Koleksi foto-foto pembongkaran dan pemugaran Makam dan Masjid Habib Cikini bisa dilihat di sini:




KARAMAH AL-HABIB ABDURRAHMAN BIN ABDULLAH AL-HABSYI (CIKINI)